Sabtu, 14 April 2012

resep membuat kue waffel

Resep Kue Waffel
BAHAN
Untuk biang:
3 sdm tepung terigu
1 sdt ragi instan
1/2 sdt baking powder
1/2 sdm gula pasir
5 sdm air
Untuk adonan:
2 butir telur
50 gram gula pasir
125 gram tepung terigu
1/4 sdt gram
1/2 sdt baking powder
1/4 sdt vanili bubuk
75 ml air kelapa
30 gram margarin, lelehkan
Pelengkap:
cokelat
strawberry
CARA MEMBUAT
  1. Biang: campur semua bahan menjadi satu, aduk rata dan istirahatkan selama 15 menit.
  2. Kocok telur bersama gula hingga mengembang, masukkan tepung terigu, garam, baking powder, dan vanili bubuk, aduk rata.
  3. Masukkan biang, santan dan air kelapa, aduk rata. Tambahkan margarin cair, aduk rata dan diamkan selama 30 menit.
  4. Panaskan cetakan waffel atau bentuk menurut selera, olesi dengan minyak, tuangkan adonan 3/4 penuh, tutup panggang dengan api sedang hingga matang.
  5. Hias menurut selera, sajikan.

sumber:http://dapurresepkue.com/waffel-cantik.htm

Sabtu, 07 April 2012

Manusia Dan Kebudayaan

Manusia dan kebudayaan
Manusia dan Kebudyaan merupakan hal yang tak bisa di pisahkan atu sama lain, manusia yang merupakan makhluk sosial yang berinteraksi satu sama lain dan mengadakan suatu kebiasaan-kebiasaan dengan komunitasnya yang terus mereka kembangankan dan lestarikan secara turun temurun sehingga kebiasaan-kebiasaan itu sudah menjadi suatu warisan dari generasi sebelumnya dan akan terus berkembang selama genrasi-generasi selanjutnya tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan.
Pembentukan kebudayaan ini sebenarnya di sebabkan karena manusia di hadapkan pada suatu persoalan yang meminta pemecahan suatu masalah, sehingga dalam rangka usahanya itu maka manusia harus bisa memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara. Nah hal-hal yang dilakukan oleh manusia inilah yang menjadi kebudayaan.Kebudayaan yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-masalahnya bisa kita sebut sebagi (Way of Life), yang digunakan individu sebagai pedoman dalam bertingkah laku.
Kebudayaan juga dapat berkembang, dalam perkembangannya itu tidaklah bersifat statis(tetap) melainkan bersifat dinamis. Ini karena di sebabkan masing-masing kelompok manusia memiliki kebutuhan yang beragam  sehingga manusia berinteraksi dalam suatu kelompok dengan kelompok lainnya,  dari interaksi manusia itu terjadi perubahan kebudayaan. Kebudayaan juga dapat berubah jika ada pengaruh dari Kebudayaan lain  yang dirasa oleh suatu kelompok lebih sesuai dan menyenangkan bagi komunitas mereka.
Banyak sekali contoh mengenai perubahan kebudayaan misalkan saja kita lihat dari Kebudayaan masyarakat indonesia yaitu perbedaan yang mencolok masyarakat indonesia pada abad-19 dengan abad ke 20 pastinya dapat kita lihat perbedan yang mencolok, kebudayaan masyarakat indonesia di rasa telah banyak mengalami perubahan akibat pengaruh dari kebudayaan barat yang kurang sesuai dengan kebudayaan kita sebagai orang timur, bahkan kebudayaan barat terlalu menyerap kebudayaan kita, perubahan ini dapat kita rasakan yakni dalam pola tingkah laku, kebiasaan, cara berpakaian,  pola fikir dan cara berkomunikasi.
Lama kelamaan memang meresahkan karena kebudayaan barat semakin menyerap kebudayaan kita,tentu ini merupakan hal yang tidak baik jika nilai-nilai kebudayaan kita semakin lama semakin terkikis oleh kebudayaan barat yang cenderung ke arah arogan. Namun perubahaan kebudayaan ini masih dapat kita atasi selama kesadaran kita untuk menjaga kebudayaan kita masih ada, jangan sampai nilai-nilai kebudayaan kita terkikis oleh arogansi kebudayaan barat. Oleh karena itu saya sebagai penulias memberikan kesimpulan dari penulisan yaitu kita harus menjaga dan melestarikan kebudayaan yang sudah di wariskan oleh generasi terdahulu dan jangan sampai nilai-nilai kebudayaan kita terserap oleh nilai-nilai kebudayaan barat yang cenderung ke arah negatif.

-Buku ilmu sosial dasar penerbit bumi aksara
-wikipedia

Manusia dan Penderitaan

A. Penderitaan
Penderiataan adalah sebagai ujian atau bahwakan percobaan dari Tuhan, apakah seseorang kuat imannya atau tidak. Penderitaan menjadi suatu proses yang harus dilewati dan suatu alat.
Ada bermacam-macam perbuatan manusia sebagai perwujudan dari keteguhan hatinya untuk ikut merasakan penderitaan orang lain, hal ini sesuai dengan kerelaan, kesanggupan, kemampuan dan tekat yang ada padanya. Disisi lain bagi para seniman, penderitaan itu merupakan sumber imajinasi sehingga hatinya bergerak untuk menuangkan penderitaan itu dalam bentuk karya seni, untuk dikomunikasikan dengan para pembaca atau para penonton. Dengan memperlajari berbagai kasus penderitaan manusia lewat karya seni, berarti banyak mempelajari sikap, nilai harga diri, ketamakan, kesombongan orang dan sebagainya. Dan manfaatnya untuk memperluas persepsi, tanggapan, wawasan dan penalaran untuk memperluas persepsi bagi yang mempelajarinya.
B. Malapetaka
Bencana alam agaknya merupakan salah satu contoh dimana hampir semua orang setuju untuk menyatakan sebagai penderitaan (yang biasanya ditanggung secara beramai-ramai). Bencana ala ini disamping mala petaka lain seperti wabah, banjir, topan, menyurut dan kondisi-kondisi hidup manusia. Sebab itulah banyak orang menyatakan malapetaka ini sebagai anti manusia dan anti kebudayaan.
Namun demikian kita melihat bahwa manusia selalu gugup menghadapi bencana-bencana. Bahkan manusia modern melihat beberapa gejala sebagai tanda peringatan akan datangnya suatu malapetaka. Ilmu mencoba mengembangkan dirinya sebagai sarana yang bagus untuk menduga serta megatur peristiwa-peristiwa alam yang barangkali berbahaya untuk manusia.

C. Siksaan
Siksaan sudah banyak kit baca diberbagai media massa, bahkan kadang-kadang ditulis dihalam pertama dengan judul huruf besar dan disertai dengan gambar sikorban.
Siksaan dapat berupa penyakit, siksaan hati, siksaan badan oleh orang lain dan sebagainya. Sebagai bagian hidup manusia, siksaan juga menimbulkan kreativitas baik bagi yang mengalami siksaan atau orang lain yang berjiwa seni yang menyaksikan baik langsung atau tidak langsung. Hal ini terbukti dengan banyaknya tulisan baik berupa berita, cerpen, novel, dan film.


Manusia Dan Keindahan


Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Pengalaman "keindahan" sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya".
keelokan pada manusia
Wanita yang elok rupanya disebut "cantik" atau "ayu", sementara pria yang rupawan disebut "tampan" atau "ganteng" di dalam masyarakat. manusia dapat diliat keindahanya dari daya tarik manusia itu sendiri dan juga banyak fakto2 pisikologis yang dapat dilihat dari dirinya.

sumber: wikipedia.org

Manusia Dan Cinta Kasih

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.

Sifat cinta dalam pengertian abad ke 21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu. Ungkapan cinta mungkin digunakan untuk meluapkan perasaan seperti berikut:
  • Perasaan terhadap keluarga
  • Perasaan terhadap teman-teman, atau philia
  • Perasaan yang romantis atau juga disebut asmara
  • Perasaan yang hanya merupakan kemahuan, keinginan hawa nafsu atau cinta eros
  • Perasaan sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
  • Perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisisme
  • Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
  • Perasaan terhadap negaranya atau patriotisme
  • Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme

    Jenis-jenis cinta
    Seperti banyak jenis kekasih, ada banyak jenis cinta. Cinta berada di seluruh semua kebudayaan manusia. Oleh karena perbedaan kebudayaan ini, maka pendefinisian dari cinta pun sulit ditetapkan. Lihat hipotesis Sapir-Whorf.
    Ekspresi cinta dapat termasuk cinta kepada 'jiwa' atau pikiran, cinta hukum dan organisasi, cinta badan, cinta alam, cinta makanan, cinta uang, cinta belajar, cinta kuasa, cinta keterkenalan, dll. Cinta lebih berarah ke konsep abstrak, lebih mudah dialami daripada dijelaskan.
    Cinta kasih yang sudah ada perlu selalu dijaga agar dapat dipertahankan keindahannya.
    cinta kasih adalah saling menghargai satu sama lainya entah itu pada orang tua,kekasih,sahabat dan orang-orang terdekat atau pun lingkungan sekitar.
    sumber: wikipedia.org

Rabu, 28 Maret 2012

Ilmu Kebudayaan Dasar sebagai Bagian dari Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU)

pengertian ilmu budaya dasar (IBD)
ilmu budaya dasar adalah ilmu yang mempelajari tentang dasar - dasar kebudayaan yang dapat mengembangkan pola pikir yang bersifat budaya, alam, dan suatu masalah yang terkandung didalamnya beserta  ilmu-ilmu pengetahuan yang dianggap bertujuan membuat manusia lebih manusiawi, dalam arti membuat manusia lebih berbudaya dan salah satunya  jiwa dari nilai nllai yang ada di dalam masyarakat.

ilmu budaya dasar sebagai MKDU (mata kuliah dasar umum) 
ilmu budaya dasar dalam mata kuliah dasar umum Ilmu Sosial Dasar adalah mata kuliah wajib ini di berikan untuk mahasiswa di universitas swasta atau negeri, ilmu ini mempunyai peranan dalam pembentukan kompetensi professional lulusan Perguruan Tinggi.
Perkuliahan Ilmu Sosial Dasar bertujuan untuk membantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memproses wawasan penalaran yang lebih luas dengan ciri-ciri kepribadian yang dialami baik dalam kehidupan sehari-hari.
Secara khusus MKDU bertujuan untuk menghasilkan warga Negara sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut :
1. Mengenal lebih dalam dirinya sendiri maupun orang lain yang sebelumnya lebih dikenal luarnya saja.
2.mengenal perilaku sendiri dan perilaku orang lain.
3.bekal dalam bergaul.
4.memiliki sikap luwes dalam bepergaulan. 
5.memiliki pemikiran yang jelas serta dan mampu menghargai kebudayaan yg ada di sekitarnya.
6.sebagai calon pemimpin bangsa yang disiplin.

tujuan ilmu budaya dasar
ilmu budaya dasar bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang permasalahan dasar manusia yang di alami dan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari seperti tentang kebudayaan,cinta,penderitaan, pandangan hidup, nilai-nilai kehidupan,dasar-dasr perilaku manusia.

Ruang lingkup ilmu budaya dasar
Ruang lingkup ilmu budaya dasar bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. kedua masalah poko itu adalah:
     1.Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya , baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya.

2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Menilik atau meninjau kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian.Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. bagaimana hubungan manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD.

Pengertian kebudayaan
kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan
1. Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
2. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
3. Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
4. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional

Manusia dan kebudayaan
Manusia dan Kebudyaan merupakan hal yang tak bisa di pisahkan atu sama lain, manusia yang merupakan makhluk sosial yang berinteraksi satu sama lain dan mengadakan suatu kebiasaan-kebiasaan dengan komunitasnya yang terus mereka kembangankan dan lestarikan secara turun temurun sehingga kebiasaan-kebiasaan itu sudah menjadi suatu warisan dari generasi sebelumnya dan akan terus berkembang selama genrasi-generasi selanjutnya tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan.
Pembentukan kebudayaan ini sebenarnya di sebabkan karena manusia di hadapkan pada suatu persoalan yang meminta pemecahan suatu masalah, sehingga dalam rangka usahanya itu maka manusia harus bisa memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara. Nah hal-hal yang dilakukan oleh manusia inilah yang menjadi kebudayaan.Kebudayaan yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-masalahnya bisa kita sebut sebagi (Way of Life), yang digunakan individu sebagai pedoman dalam bertingkah laku.
Kebudayaan juga dapat berkembang, dalam perkembangannya itu tidaklah bersifat statis(tetap) melainkan bersifat dinamis. Ini karena di sebabkan masing-masing kelompok manusia memiliki kebutuhan yang beragam  sehingga manusia berinteraksi dalam suatu kelompok dengan kelompok lainnya,  dari interaksi manusia itu terjadi perubahan kebudayaan. Kebudayaan juga dapat berubah jika ada pengaruh dari Kebudayaan lain  yang dirasa oleh suatu kelompok lebih sesuai dan menyenangkan bagi komunitas mereka.
Banyak sekali contoh mengenai perubahan kebudayaan misalkan saja kita lihat dari Kebudayaan masyarakat indonesia yaitu perbedaan yang mencolok masyarakat indonesia pada abad-19 dengan abad ke 20 pastinya dapat kita lihat perbedan yang mencolok, kebudayaan masyarakat indonesia di rasa telah banyak mengalami perubahan akibat pengaruh dari kebudayaan barat yang kurang sesuai dengan kebudayaan kita sebagai orang timur, bahkan kebudayaan barat terlalu menyerap kebudayaan kita, perubahan ini dapat kita rasakan yakni dalam pola tingkah laku, kebiasaan, cara berpakaian,  pola fikir dan cara berkomunikasi.
Lama kelamaan memang meresahkan karena kebudayaan barat semakin menyerap kebudayaan kita,tentu ini merupakan hal yang tidak baik jika nilai-nilai kebudayaan kita semakin lama semakin terkikis oleh kebudayaan barat yang cenderung ke arah arogan. Namun perubahaan kebudayaan ini masih dapat kita atasi selama kesadaran kita untuk menjaga kebudayaan kita masih ada, jangan sampai nilai-nilai kebudayaan kita terkikis oleh arogansi kebudayaan barat. Oleh karena itu saya sebagai penulias memberikan kesimpulan dari penulisan yaitu kita harus menjaga dan melestarikan kebudayaan yang sudah di wariskan oleh generasi terdahulu dan jangan sampai nilai-nilai kebudayaan kita terserap oleh nilai-nilai kebudayaan barat yang cenderung ke arah negatif.

-Buku ilmu sosial dasar penerbit bumi aksara
-wikipedia

KEBUDAYAAN JAWA BARAT
di indonesia banyak sekali bermacam macam kebudayaan yg cantik dan indah kebudayaan tersebut lahir dari tradisi dan bermacam suku. disini saya akan menjelaskan kebudayaan yang terdapat di jawa barat. jawa barat adalah sebuah provinsi yang berada di indonesia dan memiliki ibukota yaitu bandung, jawa barat juga menjadi provinsi pasunda secara geografi jawa barat berada di bagian barat pulau jawa wilayahnya berbatasan dengan laut jawa. di jawa barat mayoritas dari penduduknya bersuku sunda dan bertutur kata dengan menggunakan bahasa sunda sedankan di daerah cierebon dan banyumas mereka menggunakan bahasa jawa.
iklim di jawa barat adalah iklim teopis dimana udaranya sangat sejuk apa bila dihirup di pagi hari. di jawa barat sendiri SDMnya sangat memadai karena dari beberapa penduduk setempat mereka bekerja sebagai petani dan nelayan.
di jawa barat sendiri memiliki banyak kebudayaan contohnya dari makanan,tarian dan alat musik yg sampai saat ini masih di lestarikan.
berikut ini cirikhas dan kebudayaan yg ada di jawa barat:
makanan asli jawa barat yaitu cokodot adalah dodol coklat asli dari garut





tahu sumedang yg berasal dari sumedang


berikut ini contoh dari kesenian jawa barat:


tari jaipong ratian asli jawa barat                      
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTKhp4gnXj-ahru3127Rgv20rp5l7u5ZmpKVwgBxhGX6RC6IcAd

angklung alat muslik asli jawa barat
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRheQvGqk64CVG0TVjn1bhu2lpfFCbsN5-myovgke1lp1nxKFC0Dg


dari beberapa gambar di atas merupakan hasil kebudayaan jawa barat dari makana sampai kesenianya dan dari situlah kita harus banga atas apa yg kita punya sekarang ini oleh karena itu mari kita jaga kebudayaan indonesia ini.
Sumber:

Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Prosa
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru,prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat,dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.
Bentuk prosa baru:
-Roman
-Novel
-Cerpen
-Kritik
-Riwayat
-Resensi
-Esai

Kamis, 22 Desember 2011

Pelapisan Sosial

1.  Pelapisan sosial 

Pengertian 
    Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis). Pitirim A. Sorokin dalam karangannya yang berjudul “Social Stratification” mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur.
    Stratifikasi sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
    B.                 Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial
    Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai beriku :
    1.    Ukuran kekayaan
    Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, pa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.
    2.    Ukuran kekuasaan dan wewenang
    Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.
    3.    Ukuran kehormatan
    Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.
    4.    Ukuran ilmu pengetahuan
    Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya. 

          Pelapisan Sosial ciri tetap kelompok Sosial
    Pelapisan masyarakat dalam masyarakat primitive :
    · Berdasarkan jenis kelamin dan umur
    · Klompok-kelompok suku
    · Pemimpin yg berpengaruh
    · Orang-orang yg dikucilkan
    · Pembagian kerja
    · Perbedaan struktur ekonomi

    Terjadinnya Pelapisan Sosial
     ▪ Terjadi dengan sendirinya
    Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Ada pula lapisan tertentu yang terbentuk bukan berdasarkan kesengajaan, tetapi secara alamiah. Pengakuan-pengakuan terhadap kekuasaan dan wewenang tumbuh dengan sendirinya.
    Oleh karena sifatnya yang tanpa sengaja inilah, maka bentuk lapisan dan dasar daripada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu dan kebudayaan masyarakat dimana system itu berlaku.

    ▪ Terjadi dengan sengaja
    Sistem ini ditunjukan untuk mengejar tujuan bersama. Dengan adanya pembagian yang jelas dalam hal wewenang dan kekuasaan ini, maka didalam organisasi itu teradapat keteraturan sehingga jelas bagi setiap orang ditempat mana letaknya kekuasaan dan wewenang yang dimiliki dan dalam suatu organisasi baik secara vertical maupun horizontal.

    Didalam sistem organisasi ini mengandung dua system, yaitu:

    1) Sistem Fungsional; merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat. Namun kelemahannya karena organisasi itu sudah diatur sedemikian rupa, sering terjadi masalah dalam menyesuaikan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
    2) Sistem Skalar;merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas(vertical).
     
        Pembedaan Sisitem pelapisan menururt Sifatnya :
      1. Sifat pelapisan masyarakat yang tertutup
      2. Sifat pelapisan masyarakat terbuka
              Beberapa teori tentang pelapisan social :
      Aristoteles : orang kaya, menengah, melarat
      Vilfredo pareto : elite dan non-elite
      Karl max : kelas yang mempunyai tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak punya
      Ukuran golongan masyarakat :
      1. Ukuran kekayaan
      2. Ukuran kekuasaan
      3. Ukuran kehormatan
      4. Ukuran Ilmu Pengetahuan



      2.  Kesamaan Derajat
      Persamaan harkat adalah persamaan nilai, harga, taraf yang membedakan makhluk yang satu dengan makhluk yang lain.
      Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai makhluk Tuhan yang dibekali cipta, rasa, karsa dan hak-hak serta kewajiban azasi manusia.

      Martabat adalah tingkatan harkat kemanusiaan dan kedudukan yang terhormat. Sedangkan derajat kemanusiaan adalah tingkatan, martabat dan kedudukan manusia sebagai makhluk Tuhan yang memiliki kemampuan kodrat, hak dan kewajiban azasi.
      Dengan adanya persamaan harkat, derajat dan martabat manusia, setiap orang harus mengakui serta menghormati akan adanya hak-hak, derajat dan martabat manusia. Sikap ini harus ditumbuhkan dan dipelihara dalam hubungan kemanusiaan, baik dalam lingkungan keluarga, lembaga pendidikan maupun di lingkungan pergaulan masyarakat.

      Manusia dikarunian potensi berpikir, rasa dan cipta, kodrat yang sama sebagai makhluk
       pribadi (individu) dan sebagai makhluk masyarakat (sosial).
      Manusia akan mempunyai arti apabila ia hidup bersama-sama manusia lainnya di dalam
       masyarakat.
      Negara Indonesia yang kita cintai ini memiliki landasan moral atau hukum tentang
      persamaan derajat.
      1.    Landaasan Ideal: Pancasila
      2.    Landasan Konstitusional: UUD 1945 yakni:
      a.    Pembukaan UUD 1945 pada alenia ke-1, 2, 3, dan 4
      b.    Batang Tubuh (pasal) UUD 1945 yaitu pasal 27, ps. 28, ps. 29, ps. 30, ps. 31, ps.32, ps.33, dan ps. 34 lihat amandemennya.
      c.     Ketetapan MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN.
      Selain itu persamaan Hak pun tercantum dalam Universal Declraration of Human Right.

      3.  Elite dan Massa
      1) Elite
      1. Pengertian : sekelompok orang yang terkemuka di bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.
      2. Fungsi elite dalam memegang strategi
      Pembedaan elite pemegang strategi secara garis besar :
        • Elite politik
        • Elite ekonomi, militer, diplomatic, dan cendikiawan
        • Elite agama, filsuf, pendidik, dan pemuka agama
      2) Massa
      1. Massa adalah suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spontan yang dalam beberapa hal menyerupai crowd.
      2. Hal-hal penting dalam massa :
      1. Keanggotaan berasal dari semua lapisan masyarakat
      2. Massa adalah kelompok yg anonym
      3. Sedikit interaksi antar anggota
      4. Very loosely organized
      1. Peranan individu di dalam massa penting sekali
      2. Masyarakat dan massa
        • massa adalah gambaran kosong dari masyarakat
      1. Hakekat dan perilaku massa
        • Bentuk perilaku massa terletak pada garis aktivitas individual dan bukan
        • Pada tindakan bersama
      2. Peranan elite terhadap massa :
      · Pencerminan kehendak masyarakatnya
      · Memajukan kehidupan masyarakat
      · Peranan moral dan solidaritas kemanusiaan
      · Memenuhi kebutuhan pemuasan hedonic
      4.  Pembangian Pendapatan
      1) Komponen Pendapatan
      Rumah tangga produsen dan rumah tangga konsumen
      2) Perhitungan Pendapatan
      a. Sewa Tanah
      Ialah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh pemilik tanah, karena telah menyewakan tanahnya pada penggarap
      b. Upah
      Bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh buruh, karena menyumbangkan tenaganya dalam proses produksi
      c. Bunga Modal
      Bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh pemilik modal, karena telah meminjamkan modalnya dalam proses produksi
      d. Laba Pengusaha
      Balas jasa yang berupa keuntungan, karena telah mengorganisasikan factor-faktor produksi dalam melakukan proses produksi.
      3) Distribusi Pendapatan
      Dua cara pendistribusian pendapatan Nasional :
      1. Aliran Liberal
      2. Aliran Pemerintah


      Referensi: