Sabtu, 07 April 2012

Manusia dan Penderitaan

A. Penderitaan
Penderiataan adalah sebagai ujian atau bahwakan percobaan dari Tuhan, apakah seseorang kuat imannya atau tidak. Penderitaan menjadi suatu proses yang harus dilewati dan suatu alat.
Ada bermacam-macam perbuatan manusia sebagai perwujudan dari keteguhan hatinya untuk ikut merasakan penderitaan orang lain, hal ini sesuai dengan kerelaan, kesanggupan, kemampuan dan tekat yang ada padanya. Disisi lain bagi para seniman, penderitaan itu merupakan sumber imajinasi sehingga hatinya bergerak untuk menuangkan penderitaan itu dalam bentuk karya seni, untuk dikomunikasikan dengan para pembaca atau para penonton. Dengan memperlajari berbagai kasus penderitaan manusia lewat karya seni, berarti banyak mempelajari sikap, nilai harga diri, ketamakan, kesombongan orang dan sebagainya. Dan manfaatnya untuk memperluas persepsi, tanggapan, wawasan dan penalaran untuk memperluas persepsi bagi yang mempelajarinya.
B. Malapetaka
Bencana alam agaknya merupakan salah satu contoh dimana hampir semua orang setuju untuk menyatakan sebagai penderitaan (yang biasanya ditanggung secara beramai-ramai). Bencana ala ini disamping mala petaka lain seperti wabah, banjir, topan, menyurut dan kondisi-kondisi hidup manusia. Sebab itulah banyak orang menyatakan malapetaka ini sebagai anti manusia dan anti kebudayaan.
Namun demikian kita melihat bahwa manusia selalu gugup menghadapi bencana-bencana. Bahkan manusia modern melihat beberapa gejala sebagai tanda peringatan akan datangnya suatu malapetaka. Ilmu mencoba mengembangkan dirinya sebagai sarana yang bagus untuk menduga serta megatur peristiwa-peristiwa alam yang barangkali berbahaya untuk manusia.

C. Siksaan
Siksaan sudah banyak kit baca diberbagai media massa, bahkan kadang-kadang ditulis dihalam pertama dengan judul huruf besar dan disertai dengan gambar sikorban.
Siksaan dapat berupa penyakit, siksaan hati, siksaan badan oleh orang lain dan sebagainya. Sebagai bagian hidup manusia, siksaan juga menimbulkan kreativitas baik bagi yang mengalami siksaan atau orang lain yang berjiwa seni yang menyaksikan baik langsung atau tidak langsung. Hal ini terbukti dengan banyaknya tulisan baik berupa berita, cerpen, novel, dan film.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar